Rabu, 13 April 2011

PERANAN MINERAL ION DALAM MENENTUKAN PERILAKU KEMASAMAN GAMBUT TROPIKA PADA KONDISI ALAMI The Role of Ion Minerals on Decisive the Behavior of Tropical Peat Acidity in Natural Condition Oleh : Dr. Ir. Akhmat Sajarwan, MP (Ketua) Ir. Sustiyah, MP. (anggota) Fengky, SP, MP. (anggota)

Lahan gambut memiliki beberapa fungsi strategis, seperti fungsi hidrologis, (Boelter, 1964; Takahashi dan Yonetani, 1995), berperan penting pada sistem biosfir, yaitu sebagai sumber karbon, pengendali sirkulasi CO2, dan berpengaruh besar pada kondisi keseimbangan karbon di atmosfir bumi (Bellamy, 1995). Lahan gambut juga merupakan sumber biodiversitas, baik fauna maupun flora yang beberapa spesies diantaranya merupakan spesies asli lahan gambut, misalnya ramin (Gonystylus bancanus) dan geronggang (Cratoxylum glaucum) (Shepherd et al., 1995; Anderson, 1976). Walaupun fungsi alami gambut sangat penting, alih fungsi lahan gambut terus saja berlangsung, khususnya untuk tujuan pertanian, karena semakin sempitnya luas lahan yang nisbi subur, semakin turunnya tingkat produktivitas lahan pertanian yang ada, dan kebutuhan pangan yang meningkat setiap tahun seiring dengan peningkatan jumlah penduduk.
Upaya untuk mengetahui keterkaitan peranan masing-masing faktor dalam pemunculan sifat-sifat gambut hanya dapat dilakukan apabila komponen lingkungan gambut lengkap dan dapat berfungsi (Rieley et al. 1996; Page et al. 1999). Sebaran kandungan mineral di lahan gambut Sebangau dapat dipandang sebagai fungsi dari faktor geografis, yaitu jarak dari garis pantai dan jarak dari tepi sungai (Sajarwan, 2007). Faktor jarak dari sungai merupakan faktor yang menentukan jangkauan terjauh ayunan luapan air sungai, dan kawasan yang terjangkau ayunan luapan air sungai memungkinkan menerima penambahan mineral dari bahan-bahan mineral yang terlarut bersama air sungai, sedangkan daerah yang tidak terjangkau ayunan luapan air sungai tidak mendapat penambahan mineral.
Salah satu faktor pembatas pengelolaan tanah gambut untuk tujuan pertanian adalah sifat kemasaman gambut. Tanah gambut tergolong tanah yang masam sampai sangat masam, dengan nilai pH berkisar 3-4 (Hashim, 1984). Perilaku kemasaman gambut juga ditentukan oleh kandungan Aldd dan Hdd dalam bahan gambut. Sebagai salah satu faktor pembatas, maka dalam pengelolaan lahan gambut, sifat kemasaman menjadi masalah utama yang harus dicari pemecahannya. Tindakan mengatasi permasalahan kemasaman gambut umumnya adalah dengan pengapuran dan sebagian petani menambah abu di lahan gambut yang dikelolanya. Praktek pengapuran dan pengabuan yang dilakukan tersebut ternyata kurang cukup efektif mengatasi kemasaman gambut. Oleh karena itu, perlu dicari alaternatif lainnya, yang salah satunya adalah dengan meningkatkan kandungan mineral gambut. Tindakan ini, disamping sebagai upaya mengatasi kemasaman gambut secara tidak langsung, diharapkan secara langsung mengatasi keadaan gambut yang memang kahat hara, baik mikro maupun makro.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan hubungan yang murad (signifikan) antara kandungan mineral gambut dengan sifat-sifat kemasaman gambut dalam kondisi alami.

Tidak ada komentar: